flyer Pelatihan Membuat Website untuk Guru PAUD

Berbagi bersama Guru PAUD se-kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat

Kurang lebih dua bulan lalu, mbak Widuri dari ICT Watch ngontak via telepon. Beliau nanya apa memungkinkan ngajarin bikin website untuk guru-guru PAUD. Terus gue bilang, why not?

Nggak pake lama, gue dan mbak Wid janjian lah ke rumahnya mbah IT se-Indonesia, pak Onno W. Purbo. Kenapa ke rumah beliau? Ya karena yang punya ide awal (dan punya peserta) adalah istrinya pak Onno, ibu Nurlina W. Purbo, co-founder Onno Center International.

Gue dah lama nge-fans dengan dedikasi pak Onno di dunia IT Indonesia. Diajakin ke rumahnya ya girang banget, laaah. It was like a dream come true! Singkat cerita, kami meeting  dan meramu konsep workshop untuk para ibu guru PAUD.

Setelah melalui proses pencarian jadwal yang rada epik, maka keluarlah tanggal 30 Oktober 2018 dan 6 November 2018 di dua tempat yang berbeda, yaitu Jakarta Digital Valley (Menara Multimedia) dan Kolla Co-working Space, Sabang.

Selasa, 30 Oktober 2018 kami melaksanakan workshop pertama. Ada yang lucu sih sebenernya. Jadi, di awal kami merencanakan untuk pakai WordPress, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya kami putuskan untuk mengajarkan materi membuat website (blog) menggunakan blogspot. Kenapa?

Karena nggak dapet donasi domain dan hosting.

Kenapa nggak peserta suruh beli aja domain dan hosting?

FYI, dana yang dimiliki PAUD kayaknya ga kebagian kalo untuk bayar domain dan hosting. Terlebih lagi, workshop kami ini gratis. Peserta ndak ditarik bayaran sama sekali. Semua pendanaan kami dapatkan dari ngamen sama sponsor. Thanks for ICT Watch for this.

Tapi karena kami BM-banyak mau-hahaha, pengennya kan kalo belajar bikin website ya langsung online, nggak cuma bisa diakses secara offline. Maka blogspot merupakan opsi lain karena cuma itu layanan blog yang masih melayani custom subdomain tanpa iklan.

foto bersama ketua relawan TIK, pak Fajar Eri
narsis bareng

Alhamdulillah, acara tanggal 30 Oktober 2018 kemarin berjalan lancar, diakhiri dengan narsis bareng Ketua Umum Relawan TIK Nasional, bapak Fajar Eri Dianto.

foto bersama setelah acara selesai

Kondisi kelas yang lesehan membuat suasana semakin akrab. Kenapa lesehan? Karena di ruangan yang disediakan di Menara Multimedia, nggak ada mejanya. Haha. Jadi kami meminjam meja kecil milik SPS Kancil, sekolahnya teh Lina.

Setelah sukses di tanggal 30, acara pun dilanjutkan minggu depannya, tanggal 6 November 2018 di Kolla co-working space. Huaaa.. tempat yang sangat nostalgic buat gue karena turning point karir gue dimulai dari tempat ini. Jieee, karir.. gaya beud. wkwkwkw.

Di Kolla, kami menempati Nomad Hall, ruangan konferensi yang sudah disulap jadi kelas sama mas Galuh, OB Kolla. Kursi, meja, papan tulis, spidol, proyektor, screen, plus air galon, teh, gula dan kopi semua lengkap tersedia tinggal tuang. Asek, kan?

Makanya suasana di kelas kedua ini lebih cair. Selain karena sudah pertemuan kedua, kami dah saling kenal, peserta juga lebih rileks karena bisa diskusi sambil nyeruput kopi/ teh dan makan kudapan.

foto salah seorang peserta workshop
semangat belajar, bu Mardiana

Nggak terasa, waktu sudah menunjukkan jam 4 sore dan gue harus mengakhiri kelas. Rasanya sedih sih pas harus menutup kelasnya. Sedih karena vertigo masih bercokol. Hahaha. Untung bawa obat sih, jadi pas kliyengan langsung duduk dan nenggak obat.

So far, so good.

foto inne sedang mengajar
ngajar ngoding lagi, tapi dikiiit banget

Acara memang sudah berakhir, tapi silaturahim jalan terus, dong ya… Whatsapp Group masih kami aktifkan sampai seminggu setelahnya. Oya, alhamdulillah kemarin bisa ketemu partner ngajar yang oke banget, mak Farida dan mbak Yoshie (relawan TIK). Terima kasih atas kerjasama yang luar biasa ya mak Far dan mbak Yoshie.

foto bareng di sesi ke-2
foro bareng!

Terima kasih juga untuk teh Lina dan mbak Widuri atas kepercayaannya. Semoga nggak kapok ngajakin emak-emak ini ngajar, ya.

Sampai jumpa di kolaborasi kita selanjutnya! Amin!

 

Published by

Inne Ria

A mother who loves to write articles, codes and black letters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *